Targetkan Inflasi 3 Persen di 2022, Mukhtarudin Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sektor Energi

Oleh kawalmukhtarudin

Tim @mukhtarudin.center yang secara resmi mengelola media sosial Drs. Mukhtarudin.

INDUSTRY.co.id – Jakarta, Tingkat inflasi pada tahun 2022 diperkirakan pemerintah akan berada di level 3% yoy. Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin mengaku realisasi target inflasi 3% tersebut akan sangat berpengaruh pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

Tingkat inflasi pada tahun 2023 juga akan menggambarkan kenaikan dari sisi permintaan. Untuk itu, Mukhtarudin meminta pemerintah untuk terus menjaga harga-harga komoditas yang diatur administered price (AP).

“Jadi, harus menjaga stabilitas harga di pasar, terutama di sektor energi seperti tarif listrik, LPG dan BBM,” tutur Mukhtarudin, Jumat, (1/10/2021).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan bahwa pemerintah perlu mewaspadai inflasi naiknya permintaan atau Demand pull inflation yang sering terjadi pada saat-saat jelang akhir tahun 2021.

Kebutuhan masyarakat cenderung meningkat sehingga secara otomatis akan menggerek kenaikan permintaan.

“Saya minta pemerintah untuk lebih memperhatikan, agar bisa mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat,” imbuh Mukhtarudin.

Selain itu, Mukhtarudin juga menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) yang ditargetkan 103-105, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di 104-106.

Pria kelahiran Pangkalan Bun Kalteng ini mendorong pemerintah terus mempercepat distribusi Kartu Tani kepada seluruh petani di seluruh Indonesia.

Sebagaimana diketahui salah satu cara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi adalah melalui Kartu Tani yang pendatannya sudah berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan ditetapkan melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

“Jadi, saya minta pemerintah terus memonitor distribusi Kartu Tani yang adil dan merata. Kesejahteraan petani dan nelayan harus menjadi prioritas karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan yang menjadi kunci suksesnya bangsa ini melewati masa-masa sulit di tengah pandemi,” pungkas Mukhtarudin.

Share on: