Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Mukhtarudin Sebut Industri Makanan dan Minuman Penopang Ekonomi Indonesia

“Saya kira Industri makanan dan minuman ini mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal baik dari sisi produksi maupun distribusi"

JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan (Imbang) DPR RI Mukhtarudin mengatakan bahwa industri makanan dan minuman akan menjadi motor penggerak perekonomian tanah air.

Mengingat, kata Mukhtarudin, Industri makanan dan minuman saat ini memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Saya kira Industri makanan dan minuman ini mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal baik dari sisi produksi maupun distribusi,” tandas Mukhtarudin, Jumat 7 Juni 2024.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini bilang industri makanan dan minuman tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

“Akan tetapi memiliki dampak positif dalam pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” imbuh Mukhtarudin.

Bahkan, lanjut Mukhtarudin, industri makanan dan minuman terbukti sebagai salah satu industri yang mampu bertahan selama pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik mencatat industri makanan dan minuman selama tahun 2023 berhasil menyumbang 39,10 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB nasional.

Sementara, realisasi investasi industri makanan dan minuman pada tahun 2023 mencapai Rp 85,10 triliun.

Pada tahun 2023 (YoY), industri makanan dan minuman mampu tumbuh positif sebesar 4,47 persen. Industri makanan dan minuman juga menunjukkan neraca dagang positif atau surplus sebesar 25,21 miliar dolar AS dengan nilai ekspor di tahun 2023 mencapai 41,70 miliar dolar AS dan impor sebesar 16,49 miliar dolar AS.

Untuk itu, peraih penghargaan Tokoh peduli Daerah Terbaik Teropong Parlemen Award 2021 ini berharap agar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi pelaku industri makanan untuk bisa memperluas pasar dan masuk rantai pasok global.

“Dengan harapan pelaku Industri makanan dan minuman Indonesia bukan sa memiliki potensi untuk menjadi pemain kunci dalam rantai suplai global,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita selalu berupaya meningkatkan kesiapan industri makanan dan minuman agar bertransformasi menuju industri 4.0 sehingga memiliki daya saing melalui penerapan teknologi digital dan inovasi baik produksi, distribusi, dan pemasaran produknya.

Agus mengatakan industri makanan dan minuman terpilih sebagai prioritas karena perannya yang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan potensial untuk diakselerasi lebih jauh lagi melalui penerapan industri 4.0.

“Sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0,” beber Agus.

Agus berharap semakin banyak perusahaan makanan dan minuman yang antusias untuk mengeksplorasi penerapan industri 4.0 dan saling berkolaborasi satu sama lain.

“Sehingga ke depan bisa terbentuk suatu ekosistem yang saling menguatkan dan menguntungkan,” pungkas Agus Gumiwang Kartasasmita. (tim)