Motivasi Ratusan Siswa SMK Pasim Sukabumi, Menteri Mukhtarudin: Hanya yang Punya Keunggulan Bisa Go Global

Kategori:

Oleh:


SUKABUMI | mukhtarudin.com – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memberikan motivasi bertajuk “SMK Pusat Keunggulan Pasim Go Global” di Aula Kompleks Pendidikan PASIM, Jalan Prana No. 8A, Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dari jenjang SMK, SMP, hingga TK yang memenuhi aula dengan antusiasme tinggi.

Dalam penyampaiannya di hadapan para siswa, Mukhtarudin langsung menegaskan pentingnya memiliki keunggulan kompetitif untuk mampu bersaing di kancah internasional. Ia menyoroti tiga domain utama yang wajib dikuasai generasi muda, dimulai dari aspek kognitif atau pengetahuan. “Yang tidak tahu harus jadi tahu. Tidak bisa bahasa Korea? Belajar! Tidak bisa bahasa Jepang? Belajar!” ujar Menteri P2MI itu.

Ia melanjutkan pada aspek kedua, yaitu psikomotorik atau keterampilan praktis yang harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Aspek ketiga, yakni afektif atau mentalitas, menurutnya merupakan fondasi terpenting. “Artinya, ilmu ada, skill ada, tapi kalau mentalnya lemah, gampang mengeluh, gampang menyerah, tidak akan sukses. Soft skill, integritas, adaptasi, komunikasi, itu penentu utama!” beber Mukhtarudin.

Selain kompetensi diri, ia mengingatkan bahwa karakter khas Indonesia juga merupakan modal besar ketika berada di luar negeri. Nilai-nilai seperti kebersihan, gotong royong, hormat kepada yang lebih tua, dan etos kerja tinggi harus dijadikan identitas yang dibanggakan. “Keluar dari zona nyaman! Kesuksesan itu tidak instan. Harus konsisten, harus bangun jaringan, harus tiru budaya kerja negara maju. Kalian harus jadi yang terbaik, karena hanya yang punya keunggulan kompetitif dan komprehensif yang akan menang dalam kompetisi global ini,” pesannya.

Mukhtarudin juga menyinggung momentum bonus demografi yang hanya berlangsung hingga 2035–2040. Ia meminta para siswa mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum jendela peluang itu tertutup. “Anak-anak yang saya cintai, ini kesempatan. Persiapkan diri. Hanya orang yang punya keunggulan yang mampu memenangkan kompetisi ini,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Pasim Sukabumi Rinalwan Buchari, Ketua Yayasan Wati Purnaningrum, Rektor Universitas Pasim Bandung, serta Sekjen KP2MI Komjen Pol. Dwiyono. Kehadiran para tokoh pendidikan dan institusi tersebut menambah hangat suasana kegiatan.

Dalam sambutannya, Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada Yayasan PASIM yang telah membangun ekosistem pendidikan terpadu dari jenjang TK hingga SMK. “Saya sangat mengapresiasi Yayasan PASIM. Dari TK, SD, SMP, sampai SMK ini luar biasa. SMK Pasim ini tidak hanya membekali ilmu, tapi juga mental dan fisik yang kuat. Itulah yang kita butuhkan untuk program SMK Go Global,” ungkapnya.

Mukhtarudin kemudian menjelaskan kondisi nasional terkait lulusan SMK. Saat ini, tercatat 1,6 juta lulusan SMK di Indonesia belum terserap dunia kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menetapkan program quick win berupa penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia pada 2025–2026, dengan 300 ribu kuota khusus bagi lulusan SMK.

“Bapak Presiden bahkan bilang, ‘Kalau masih kurang, tambah lagi satu juta!’ Makanya kami gandeng SMK-SMK berorientasi global seperti SMK Pasim Sukabumi ini,” kata Mukhtarudin.

Sebagai komitmen lanjutan, Kementerian P2MI akan menjalin kemitraan resmi dengan SMK Pasim Sukabumi. Kemitraan tersebut meliputi pelatihan bahasa asing, Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman, penguatan vokasi, hingga penempatan kerja langsung ke luar negeri bagi siswa yang lolos seleksi.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, di mana para siswa berebut kesempatan untuk bersalaman dan berswafoto dengan Menteri Mukhtarudin. Beberapa siswa SMK Pasim Sukabumi bahkan menyatakan siap mendaftar mengikuti seleksi program penempatan kerja ke luar negeri pada 2026.