Menteri Mukhtarudin Resmikan PasimGo Migran Center Sukabumi, Perkuat Ekosistem Penyiapan Pekerja Migran Berkompetensi Tinggi

Kategori:

Oleh:


SUKABUMI | mukhtarudin.com – Upaya menghadirkan pusat pelatihan tenaga kerja berdaya saing global semakin diperkuat dengan dibukanya PasimGo Migran Center di Kota Sukabumi. Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, pada Kamis (20/11/2025) di kawasan Balandongan, Kecamatan Baros.

Peresmian tersebut sekaligus menjadi tonggak awal kolaborasi antara Kementerian P2MI, SMK Pasim, dan Universitas Nasional Pasim Bandung. Kesepakatan kerja sama dituangkan melalui penandatanganan MoU dan PKS antara KP2MI dan pihak pendidikan vokasi serta perguruan tinggi.

Acara ini turut dihadiri Sekjen KP2MI Komjen Pol Dr. Dwiyono, Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol Mulia Nugraha, Walikota Sukabumi Ayep Zaki, serta Rektor Unas Pasim Prof. Armai Arief. Seluruh tamu undangan menegaskan pentingnya percepatan penyiapan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.

Mukhtarudin menyebut pendirian PasimGo Migran Center merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya bersama Rektor Unas Pasim di Kantor KP2MI. Ia menilai kolaborasi ini membentuk ekosistem terpadu antara pemerintah, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.

“Dengan MoU dan PKS ini, kita membangun ekosistem yang selaras antara pemerintah dan kampus untuk memperkuat kualitas tenaga migran Indonesia,” ujar Mukhtarudin.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan KP2MI sebagai sektor kunci peningkatan lapangan kerja berkualitas. Transformasi dari badan menjadi kementerian, menurutnya, menjadi bukti bahwa negara memberikan perhatian serius terhadap pekerja migran.

Mukhtarudin juga menyampaikan bahwa arah pembangunan tenaga kerja migran kini berfokus pada peningkatan kompetensi. Indonesia mulai meninggalkan dominasi pekerja low-skill menuju middle-high skill, seperti perhotelan, perawat lansia, dan juru las bersertifikasi, dengan dukungan penguasaan bahasa asing.

Walikota Sukabumi Ayep Zaki dalam kesempatan itu menyampaikan optimismenya. Ia memaparkan bahwa dari 370 ribu penduduk Sukabumi, setidaknya 15 ribu masih menganggur. Karena itu, kehadiran pusat pelatihan ini diyakini dapat menjadi salah satu solusi konkret bagi daerah.

“Kami memiliki 17 perguruan tinggi. Semuanya akan kita gerakkan bersama untuk menurunkan pengangguran. Kehadiran PasimGo Migran Center adalah langkah nyata,” ujar Ayep Zaki.

Ia juga memastikan akan mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang selama hampir 10 tahun tidak beroperasi. Menurut Ayep, penguatan pelatihan vokasi harus berjalan paralel agar masyarakat memiliki lebih banyak opsi peningkatan keterampilan.

Sementara itu, Rektor Unas Pasim Prof. Armai Arief menyampaikan bahwa pusat pelatihan akan memperluas pembelajaran bahasa asing, termasuk Jerman, Jepang, dan segera menambah bahasa Italia sesuai arahan Menteri. “Kami ingin memastikan anak-anak yang kami latih mendapatkan pekerjaan layak dan punya masa depan lebih baik,” ujarnya.

Dengan beroperasinya PasimGo Migran Center, Sukabumi memasuki tahap baru dalam upaya menyiapkan tenaga kerja profesional yang mampu memenuhi kebutuhan pasar global. Pemerintah pusat dan daerah berharap keberadaan pusat ini dapat mempercepat penurunan pengangguran serta mendukung agenda nasional peningkatan kesejahteraan pekerja migran.