KemenP2MI dan KEIND Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Kategori:

Oleh:


Jakarta | mukhtarudin.com – Dalam upaya memperkuat daya saing pekerja migran Indonesia di pasar global, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kamar Entrepreneurship Indonesia (KEIND).

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan program pelatihan keterampilan vokasi dan wirausaha, menargetkan sedikitnya 500 ribu calon pekerja migran, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kembali ke tanah air.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk membangun ekosistem perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan meningkatnya kompetisi pasar tenaga kerja internasional.


500 Ribu Pekerja Migran Akan Dilatih

Presiden Prabowo Subianto diketahui telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 triliun guna mendukung program vokasi lintas sektor, termasuk pengelasan, perhotelan, energi, industri, dan UMKM.

KemenP2MI kini bertanggung jawab atas seluruh rantai nilai pekerja migran — mulai dari rekrutmen, pelatihan, penempatan, hingga reintegrasi pasca-pulang.

“Kami menyiapkan pelatihan bagi 500 ribu calon tenaga kerja melalui program BKPJD dan SMK Go Global. Dari jumlah itu, sekitar 300 ribu peserta berasal dari SMK. Ini langkah memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin saat rapat bersama KEIND di Kantor KemenP2MI, Jakarta, Selasa (11/11/2025).


Peran KEIND dalam Penguatan Kewirausahaan

Ketua Umum KEIND Afda Rizal Armashita menyambut baik kemitraan ini. Menurutnya, KEIND siap mendampingi para pekerja migran agar dapat mandiri secara ekonomi setelah masa kerja di luar negeri.

“Kami siap mendampingi agar pekerja migran bisa mandiri dan berwirausaha setelah kembali ke tanah air,” ujar Rizal.

KEIND akan menyediakan modul pelatihan khusus mencakup pengembangan bisnis digital, manajemen keuangan, hingga akses ke pasar ekspor. Program ini juga diperluas untuk keluarga pekerja migran melalui pelatihan kewirausahaan yang telah dijalankan sejak Februari 2025.


Integrasi dengan Grand Design Ekosistem Pekerja Migran

Kemitraan KemenP2MI–KEIND menjadi bagian dari penyusunan Grand Design Ekosistem Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia, sebuah kerangka kebijakan holistik yang tengah disusun sejak Oktober 2025.

Dokumen tersebut merancang sistem pengelolaan pekerja migran secara terintegrasi dari hulu ke hilir — mulai pra-rekrutmen (pelatihan kompetensi), penempatan (perlindungan hak), hingga reintegrasi (pemberdayaan ekonomi).

Mukhtarudin menegaskan, terdapat tiga pilar utama dalam penguatan ekosistem pekerja migran, yakni kapasitas, kewirausahaan, dan pelindungan.

“Penguatan kapasitas, kewirausahaan, dan pelindungan menjadi tiga pilar utama dalam membangun ekosistem pekerja migran yang berdaya saing,” imbuhnya.

Sinergi dengan KEIND akan memperkaya pilar kewirausahaan, termasuk pelatihan literasi keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui peluncuran Buku Saku Edukasi Keuangan untuk PMI.


Dampak dan Tantangan ke Depan

Program ini diharapkan berdampak transformasional bagi jutaan pekerja migran Indonesia, terutama yang berasal dari daerah pedesaan dan sektor informal.

Dengan target 500 ribu pekerja migran pada 2026, KemenP2MI optimistis akan tumbuh ribuan UMKM baru pasca-reintegrasi, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan pada pengiriman ulang tenaga kerja.

Meski demikian, tantangan masih ada, seperti keterbatasan akses pelatihan di daerah terpencil, adaptasi kurikulum terhadap tren global seperti green jobs, serta kebutuhan monitoring efektivitas program.

Mukhtarudin menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. “Ke depan, kami berharap KEIND tidak hanya mendampingi pelatihan, tetapi juga membangun business incubator khusus bagi pekerja migran,” ujarnya.