Mukhtarudin: Diklat Barista 3-in-1 Bawa Kopi Tembus Pasar

“Itulah yang mendorong saya agar kegiatan industri di bidang barista kita fasilitasi, dan ini sudah jadi trend generasi milenial”.

Anggota DPR RI Mukhtarudin bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menutup acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengolahan dan Penyajian Kopi (Barista) 3 in 1 Angkatan ke-3.

Mukhtarudin telah berhasil memfasilitasi UKM Kalimantan Tengah khususnya Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat yang bergerak pada usaha kopi untuk menembus dan memperluas akses pasar.

Mukhtarudin mengatakan bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses pasar produk kopi Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Pada tahun ini kami memfasilitasi Diklat 3-in-1 bagi Pelaku usaha di sektor kopi,” kata Mukhtarudin usai menutup Diklat Barista 3-in-1, di Hotel Avila, Pangkalan Bun, Jumat (24/2/2023).

Mukhtarudin mengatakan bahwa para pelaku UKM kopi tersebut telah mengikuti rangkaian kegiatan dan teknik mengolah kopi.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengembangan UKM, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui berbagai program penguatan sektor baik dari hulu ke hilir.

Melihat banyaknya animo masyarakat khususnya anak-anak muda yang berniat untuk meningkatkan skillnya di bidang pengolahan kopi. Terus yang kedua Saya melihat juga peluang usaha kopi di Kalimantan Tengah ini juga cukup menjanjikan, kata Mukhtarudin.

Lanjut Mukhtarudin, artinya itu tumbuh positif kedai-kedai kopi di Kalteng ini, semakin hari semakin banyak, ini peluang yang harus dimanfaatkan.

Supaya peluang ini dapat bermanfaat dan tentu harus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, yang mampu mengolah olahan kopi yang enak, terang Mukhtarudin.

“Itulah yang mendorong saya agar kegiatan industri di bidang barista kita fasilitasi, dan ini sudah jadi trend generasi milenial”.

Bahkan lanjut Mukhtarudin, Kedai kopi tempat asyik bagi masyarakat untuk nongkrong, misalkan ngobrolin tentang Politik, ngobrol tentang pelajaran, maupun pekerjaan, ucapnya.

Maka dimanfaatkan agar sumber daya manusia masyarakat Kalteng punya keahlian di bidang pengelolaan, sehingga ini bisa membuat sebuah usaha untuk menangkap peluang, terang Mukhtarudin. 

Publikasi oleh : Mukhtarudin Center