Anggota DPR RI Sambut Baik Minat BMW dan Mercy Produksi Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia

Oleh kawalmukhtarudin

Tim @mukhtarudin.center yang secara resmi mengelola media sosial Drs. Mukhtarudin.

JAKARTA – Dua perusahaan otomotif terbesar asal Jerman, otomotif BMW dan Mercedez-Benz berminat membangun pabrik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia. Kedua brand terkemuka di industri otomotif itu bahkan siap menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor ke wilayah Australia dan ASEAN.

BMW disebutkan telah menyatakan minatnya membangun ekosistem Electric Vehicle di Indonesia. Begitu pula Mercesdes-Benz yang bersedia bekerjasama dan tengah mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN. Demikian dikatakan kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam kunjungannya ke Jerman baru-baru ini.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menyambut positif upaya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dengan melakukan kunjungan kerja ke Jerman untuk menggaet investor besar ke tanah air.

“Indonesia mempunyai target pengembangan komponen utama untuk investasi ekosistem kendaraan listrik (EV) seperti baterai, motor listrik dan iverter. Upaya Menperin Agus Gumiwang menjajaki kerjasama dengan berupaya mendatangkan investor seperti BMW dan Mercedez-Benz ke tanah air bisa jadi kabar gembira,” kata dia, Selasa, (2/11/2021).

Mukhtarudin optimis popularitas mobil listrik akan semakin kuat jika dua perusahaan otomotif terbesar asal Jerman nantinya membangun pabrik di Indonesia. Terlebih, Pemerintah Indonesia disebutkan dia telah menyusun peta jalan pengembangan mobil listrik.

Pada peta jalan pengembangan mobil listrik, pada tahun 2030 diperkirakan produksi mobil listrik di Indonesia mencapai 600.000 unit per tahun. Lima tahun setelahnya atau 2035, Indonesia ditargetkan mampu memproduksi 1 juta unit mobil listrik.

“Peluang itu sangat terbuka, dengan masuknya investor pada industri otomotif tentu dapat secara langsung dapat meningkatkan ekonomi masyarakat karena membuka lapangan kerja bagi tenaga muda yang terampil,” kata Mukhtaruddin.

Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Tengah itu menambahkan, para pelaku usaha industri otomotif di tanah air harus bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat mau beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Sudah saatnya pelaku industri otomotif menyesuaikan diri, beradaptasi dengan mobil produksi standar internasional mengacu pada issue global, mobil ramah lingkungan,” kata dia. (*)

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/

Share on: