KP2MI-Universitas Warmadewa Siapkan SDM Pekerja Migran Kompeten Menuju Indonesia Emas 2045

Kategori:

Oleh:


DENPASAR | mukhtarudin.com — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Universitas Warmadewa untuk memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang siap memasuki pasar kerja internasional.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus peresmian Warmadewa Migrant Center di Denpasar, Bali, Jumat 2 Oktober 2026.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan keberadaan Migrant Center di lingkungan kampus menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pelindungan Pekerja Migran sejak sebelum keberangkatan.

Artinya, kata Menteri, calon pekerja migran tidak cukup hanya mengetahui adanya peluang kerja di luar negeri. Mereka juga harus memahami kompetensi yang dibutuhkan, prosedur penempatan, hingga hak-haknya sebagai pekerja migran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Warmadewa atas komitmen dan kesediaannya membangun sinergi bersama KP2MI. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung penyiapan dan pelindungan pekerja migran Indonesia,” kata Menteri Mukhtarudin.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, Anggota Komisi IX DPR RI Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., serta Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P.

Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI, Wakil Rektor II Bidang Keuangan, SDM dan Operasional Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., serta Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Prof. Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum.

Menteri Mukhtarudin menjelaskan, transformasi kelembagaan melalui pembentukan Kementerian P2MI diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan pelindungan PMI secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Tahapannya mencakup pemetaan peluang kerja luar negeri, penyiapan calon pekerja migran, peningkatan kompetensi, penempatan secara prosedural, pelindungan selama bekerja, hingga pemberdayaan Pekerja Migran purna dan keluarganya.

“Pelindungan pekerja migran tidak hanya dilakukan ketika persoalan terjadi, tetapi dimulai sejak seseorang mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri,” ujar Menteri.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas calon Pekerua Migran melalui pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja internasional. Salah satunya melalui program SMK Go Global yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

Mukhtarudin menyebut kebutuhan tenaga kerja global terbuka di sejumlah bidang, antara lain caregiver, welder, hospitality, nurse hingga truck driver.

“Karena itu, peluang global harus diikuti dengan kompetensi global. Generasi muda perlu dibekali keterampilan, kemampuan bahasa, sertifikasi, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan resmi,” cetus Menteri.

Migrant Center Jadi Pintu Masuk Pasar Kerja Global

Menteri Mukhtarudin mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena menjadi tempat berkumpulnya generasi muda yang akan memasuki dunia kerja.

*Kampus, dapat mengambil peran lebih jauh dengan memberikan informasi sekaligus membangun kesiapan mahasiswa dan lulusannya menghadapi pasar kerja internasional,” beber Mukhtarudin.

Dalam konteks itu, Warmadewa Migrant Center diharapkan tidak berhenti sebagai pusat informasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia.

“Kerja sama yang kita bangun hari ini tidak hanya berbicara mengenai dokumen, tetapi bagaimana sinergi tersebut dapat diterjemahkan menjadi layanan dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, lulusan maupun masyarakat,” ujar Menteri P2MI.

Melalui MoU, KP2MI dan Universitas Warmadewa menyepakati kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia untuk mendukung pelindungan Pekerja Migran.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penelitian, pengembangan dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sementara PKS menjadi dasar pelaksanaan kegiatan yang lebih konkret, termasuk pembentukan dan pengembangan Warmadewa Migrant Centermenjadi ruang layanan bagi mahasiswa, lulusan dan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja luar negeri, persyaratan, kompetensi yang dibutuhkan, serta prosedur penempatan dan pelindungan PMI.

Kerja sama juga mencakup pemetaan potensi dan minat bekerja ke luar negeri, penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan negara tujuan, penyebarluasan informasi peluang kerja, penempatan dan pelindungan PMI, pertukaran data dan informasi, hingga standardisasi kelembagaan vokasi yang meliputi sarana prasarana, kurikulum, instruktur dan sertifikasi kompetensi.

“Dengan demikian, kita ingin membangun satu rangkaian yang saling terhubung antara informasi, pemetaan potensi, peningkatan kompetensi, peluang kerja hingga pelindungan PMI,” kata Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin berharap Warmadewa Migrant Center dapat menjadi bagian dari proses membangun kesiapan calon PMI sebelum mereka mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri.

Warmadewa Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit mengatakan kerja sama dengan KP2MI merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kerja sama ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing dalam pasar kerja internasional,” kata Suranaya.

Menurut dia, komitmen tersebut telah diwujudkan melalui Warmadewa Migrant Center yang melibatkan dosen-dosen Universitas Warmadewa sebagai tutor.

Para tutor memberikan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan pemahaman kepada calon Pekerja Migran mengenai migrasi kerja yang aman dan terlindungi.

Suranaya menilai kerja sama dengan KP2MI sejalan dengan visi Universitas Warmadewa untuk menjadi perguruan tinggi yang bermutu, berwawasan nusantara dan berdaya saing.

“Kerja sama ini diharapkan dapat bersama-sama menguatkan kesiapan menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit.

Kolaborasi KP2MI dan Universitas Warmadewa tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membangun jalur yang lebih jelas bagi generasi muda yang ingin bekerja ke luar negeri, mulai dari mengenali peluang, menyiapkan kompetensi, memperoleh akses penempatan hingga mendapatkan pelindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia.