JAKARTA | mukhtarudin.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin genap berusia 62 tahun pada 6 September 2026. Di momentum pertambahan usia tersebut, Menteri Mukhtarudin memilih memaknai hari kelahirannya dengan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bersama sang ibu tercinta.
Menteri Mukhtarudin lahir di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 6 September 1964. Memasuki usia 62 tahun, ia mengatakan semakin memahami bahwa hadiah terindah bukanlah sesuatu yang diterima, melainkan kesempatan untuk tetap bersama orang yang paling berarti dalam hidupnya.
“Hari ini usiaku kembali bertambah. Namun, hadiah terindah bukanlah tentang apa yang aku terima, melainkan tentang siapa yang masih Allah izinkan ada di sisiku, Ibu tercinta,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menurut Menteri P2MI, kebersamaan dengan ibu merupakan nikmat yang semakin hari semakin disadari nilainya. Waktu bersama orang tua, lanjut Menteri, merupakan anugerah yang tidak dapat diketahui sampai kapan akan diberikan.
“Ya Allah, aku tak pernah tahu sepanjang apa waktu yang Engkau karuniakan untuk kebersamaan kami. Maka selama Engkau masih memberi kesempatan, izinkan aku lebih banyak membahagiakannya, memeluknya, menemaninya, dan menyempurnakan baktiku kepadanya,” tutur Menteri Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga memanjatkan doa agar ibunya senantiasa diberikan kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, serta usia yang penuh keberkahan dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Berikan aku kesempatan untuk terus melihat senyumnya, mendengar doanya, dan menjadi salah satu sebab bahagianya,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menilai pertambahan usia bukan semata-mata tentang bertambahnya umur, tetapi juga menjadi pengingat untuk mensyukuri setiap waktu yang masih diberikan Tuhan untuk mencintai dan berbakti kepada orang tua.
“Sebab kini aku semakin mengerti, bertambahnya usia bukan hanya tentang berapa lama aku hidup, tetapi juga tentang mensyukuri setiap waktu yang masih Allah hadiahkan untuk mencintai dan berbakti kepada orang yang paling berarti,” kata Menteri.
Pada usia 62 tahun, Menteri Mukhtarudin berharap dirinya dapat terus diberikan kesempatan untuk membahagiakan ibunya dan menjalankan baktinya sebagai seorang anak.
“Alhamdulillah yang tak terhingga, karena di hari istimewa ini Allah masih mengizinkanku bersyukur, berbahagia, dan merayakannya bersama Ibunda tercinta,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
