JAKARTA | mukhtarudin.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan audiensi jajaran pimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Rabu 29 April 2026.
Pertemuan strategis ini membahas kolaborasi penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul Kalimantan Selatan untuk mengisi peluang kerja profesional di kancah internasional.
Hadir langsung dalam audiensi tersebut Rektor ULM Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri didampingi Wakil Rektor III Dr. Rusmin Nuryadin, Wakil Rektor IV Dr. Ir. Yusuf Azis, Dekan FISIP Dr. Irwansyah, serta tokoh alumni seperti Ketua Harian IKA ULM Dr. M. Fauzi Makki dan mantan Sekda Prov. Kalsel H. Abdul Haris Makkie dan Ir. Muchtar Effendy.
Turut hadir pula Rektor Universitas 10 Nopember Papua, Dra. Lismia Elita, M.M.
Sementara, Menteri P2MI didampingi Sekjen KP2MI, Komjen Pol, Dr. Dwiyono, Dirjen Penempatan Ahnas, Direktur Jenderal P3KLN, Dwi Setiawan Susanto, dan Direktur Jenderal Pelindungan
Rinardi.
Transformasi Paradigma: Dari Pekerja Kasar ke “Skill Workers”
Dalam arahannya, Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI kini menjalankan peran ganda sebagai regulator sekaligus operator.
Menteri Mukhtarudin menegaskan adanya pergeseran paradigma besar dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia.
“Dulu orang mengenal BNP2TKI identik dengan pengiriman pembantu. Sekarang paradigma itu kita ubah total. Fokus kita adalah menempatkan skill workers di sektor profesional dan formal untuk mengisi ruang-ruang kerja di seluruh dunia,” ujar Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa perlindungan Pekerja Migran kini mencakup siklus utuh, sebelum berangkat (pra), selama bekerja, hingga purna (setelah kembali). Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 139, 165, dan 166 Tahun 2024 yang memperkuat posisi kementeriannya.
Menangkap Peluang di Tengah “Aging Population” Global
Menteri Mukhtarudin memaparkan data krusial terkait kondisi demografi global. Di saat banyak negara maju seperti Jepang mengalami fenomena aging population (peningkatan jumlah lansia), Indonesia justru memasuki puncak Bonus Demografi.
“Data kami menunjukkan ada 252.419 sisa lowongan kerja luar negeri yang belum terisi, terutama di sektor kesehatan, manufaktur, dan perhotelan. Ini adalah peluang emas bagi lulusan perguruan tinggi seperti ULM agar tidak menjadi pengangguran intelektual yang membebani daerah, melainkan menjadi kekuatan ekonomi nasional,” beber Mukhtarudin.
Sebagai informasi, kontribusi pekerja Migran Indonesia terhadap negara sangat signifikan. Remitansi tahun 2025 mencapai Rp 288 Triliun, menyumbang 1,2% PDB nasional dan 12% cadangan devisa negara.
ULM Perkuat Sinergi dengan Kementerian P2MI
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan langkah strategis dalam memperkuat peran akademisi terhadap isu ketenagakerjaan internasional melalui audiensi resmi dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Dalam pertemuan tersebut, Rektor ULM menyampaikan komitmen universitas untuk mendirikan Migrant Center sebagai pusat studi dan pembekalan bagi calon pekerja migran Indonesia.
Kebanggaan Alumni dan Transformasi Institusi
Audiensi ini terasa istimewa karena Menteri P2MI merupakan salah satu alumni terbaik ULM. Rektor ULM mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Mukhtarudin sebagai alumni ULM untuk menduduki jabatan menteri dalam kabinet merah putih saat ini.
“Ini adalah kehormatan luar biasa bagi seluruh civitas akademika. Sebagai alumni, pencapaian Bapak Menteri menjadi motivasi bagi 34.900 mahasiswa kami yang tersebar di 11 fakultas,” ujar Rektor ULM, Prof. Dr. H. Ahmad Alim Bachri.
Akselerasi Kualitas dan Pemerataan Pendidikan
Dalam laporannya kepada Menteri, Rektor memaparkan perkembangan signifikan ULM dalam beberapa tahun terakhir, di antaranya program kampus ULM memperluas jangkauan layanan pendidikan ke daerah terpencil melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Kotabaru, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.
Rektor ULM mengaku program tersebut, memprioritaskan anak daerah berprestasi dari keluarga kurang mampu dengan dukungan UKT dari pemerintah daerah setempat.
Prestasi Riset Nasional
ULM berhasil mengukuhkan posisi sebagai institusi riset elit. Saat ini, ULM menempati peringkat ke-8 nasional untuk hibah riset di Kementerian Dikti Sains dan Teknologi, serta menjadi perguruan tinggi nomor satu di luar Pulau Jawa berdasarkan AD Scientific Index. Hal ini membuktikan efektivitas manajemen universitas dalam meningkatkan standar akreditasi dan kualitas lulusan.
Sinergi Strategis: Migrant Center
Adapun fokus utama audiensi KP2MI dan ULM ini adalah pembentukan Migrant Center yang tentu diharapkan menjadi wadah edukasi, riset, dan pemberian wawasan bagi mahasiswa serta masyarakat umum mengenai peluang dan perlindungan kerja di luar negeri.
“Kami memperoleh wejangan yang luar biasa dari Bapak Menteri sebagai bekal dalam rangka menjalankan Migrant Center di ULM. Kami ingin memastikan SDM dari Kalimantan Selatan memiliki daya saing global namun tetap terlindungi secara hukum,” imbuh Rektor.
Ahmad Alim Bachri juga, menyambut baik peluang kolaborasi strategis ini sebagai langkah nyata universitas dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Ke depan, terdapat empat poin utama potensi kerja sama antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dan ULM yang akan diimplementasikan.
Pertama, kedua belah pihak akan berfokus pada peningkatan kompetensi dan pelatihan SDMbagi mahasiswa serta alumni guna membekali mereka agar mampu mengisi ratusan ribu peluang kerja di pasar global.
Kedua, akan dibentuk ULM Migrant Center sebagai pusat vokasi dan informasi migrasi terpadu di lingkungan kampus.
Ketiga, sinergi ini akan diwujudkan melalui program KKN Tematik di mana mahasiswa diterjunkan langsung ke desa-desa untuk memberikan edukasi mengenai migrasi aman serta literasi keuangan bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia.
Terakhir, kolaborasi ini mencakup bidang riset dan inovasi berupa penelitian bersama untuk memetakan profil serta potensi calon Pekerja Migran Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk program-program konkret yang menghubungkan dunia akademik dengan kebijakan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Di akhir pertemuan, Menteri P2MI Mukhtarudin yang juga merupakan alumni ULM turut menyampaikan rasa bangganya terhadap almamaternya.
Mukhtarudin berencana akan hadir langsung ke Banjarmasin untuk meresmikan jika kerja sama ini terealisasi.
“Insya Allah, kalau Migrant Center di ULM sudah siap kita resmikan, saya akan langsung hadir ke kampus perjuangan kita di Kayu Tangi,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
