Menteri Mukhtarudin Luncurkan Layanan Telekonseling bagi Pekerja Migran Indonesia pada Hari Kesehatan Mental Dunia

Kategori:

Oleh:


Jakarta | mukhtarudin.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan Llayanan Telekonseling bagi Pekerja Migran Indonesia sebagai upaya untuk memperkuat pelindungan, khususnya dalam aspek kesehatan mental. Peluncuran layanan ini dilaksanakan pada Senin (12/10/2026), di Aula KH Abdurrahman Wahid, KP2MI, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Dengar Ceritanya, Kuatkan Langkahnya”, layanan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah agar Pekerja Migran Indonesia memiliki akses untuk bercerita, memperoleh dukungan, dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang memengaruhi kondisi psikologis selama bekerja di luar negeri.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang harus diperhatikan secara menyeluruh. Pelindungan pekerja migran tidak hanya mencakup proses penempatan dan keselamatan kerja, tetapi juga kesejahteraan serta kondisi psikologis mereka selama menjalani pekerjaan di negara tujuan.

“Semoga kehadiran Layanan Telekonseling ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa setiap Pekerja Migran Indonesia tidak hanya memperoleh pelindungan dalam bekerja, tetapi juga memiliki ruang untuk bercerita, mendapatkan dukungan, dan menjaga kesehatan mentalnya,” kata Menteri Mukhtarudin.

Menurut Menteri Mukhtarudin, bekerja jauh dari tanah air menghadirkan tantangan tersendiri bagi Pekerja Migran Indonesia. Adaptasi terhadap budaya dan bahasa yang berbeda, tekanan pekerjaan, kerinduan terhadap keluarga, serta berbagai persoalan di tempat kerja maupun lingkungan sekitar dapat memengaruhi kondisi psikologis pekerja migran.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pelindungan yang komprehensif, mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah bekerja.

“Bagi para Pekerja Migran Indonesia, kesehatan mental memiliki makna yang sangat penting. Bekerja jauh dari tanah air menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari adaptasi budaya dan bahasa, tekanan pekerjaan, kerinduan terhadap keluarga, hingga berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis,” lanjut Mukhtarudin.

Ia juga mengingatkan bahwa perasaan rindu keluarga, kesepian, maupun terbebani oleh persoalan yang dihadapi merupakan hal yang manusiawi. Pekerja Migran Indonesia tidak perlu merasa harus menghadapi seluruh persoalan tersebut seorang diri. Menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan ketika diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga diri dan keberlangsungan kehidupan maupun pekerjaan.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), pada periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 281.271 layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia di berbagai sektor, mulai dari pekerjaan domestik, kesehatan, manufaktur, dan sektor lainnya.

Melalui layanan telekonseling ini, KP2MI mengajak Pekerja Migran Indonesia untuk tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Jarak geografis dan keberadaan di negara yang berbeda diharapkan tidak menjadi penghalang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk mendapatkan bantuan ketika dibutuhkan.

Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan dukungan kesehatan mental dapat menghubungi Layanan Hotline 08118080141.

Mukhtarudin berharap layanan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan, mudah diakses, serta menjangkau Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan dukungan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar pekerja migran memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh dukungan yang tepat.

“Saya berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan, mudah diakses, dan menjangkau Pekerja Migran Indonesia yang membutuhkan. Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi agar setiap Pekerja Migran Indonesia memiliki ruang untuk bercerita dan memperoleh dukungan yang tepat,” kata Mukhtarudin.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental Pekerja Migran Indonesia. Melalui inisiatif ini, KP2MI mendorong terwujudnya pelindungan yang tidak hanya memastikan Pekerja Migran Indonesia dapat bekerja dengan aman dan profesional, tetapi juga mendukung kesehatan mental, kesejahteraan, dan kualitas hidup mereka.

Dengar Ceritanya, Kuatkan Langkahnya. Dukungan Nyata untuk Kesehatan Mental Pekerja Migran Indonesia.