Menteri Mukhtarudin: LPK Mediterranean Bali Penuhi Standar Kualitas untuk Cetak Pekerja Migran Unggul

Kategori:

Oleh:


BALI | mukhtarudin.com– Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mediterranean Bali pada Kamis, 2 April 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memantau kesiapan tenaga kerja terampil Indonesia di tengah meningkatnya permintaan pasar global, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Direktur Jenderal Penempatan, Ahnas, Direktur Kelembagaan Penempatan KP2MI, Yusuf Setiawan dan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gede Sumarjaya Linggih.

Kehadiran jajaran pimpinan kementerian ini disambut langsung oleh Pimpinan LPK Mediterranean Bali, A.A Gede Abdiarta.

Transformasi Kelembagaan untuk Pelindungan Maksimal

Dalam arahannya, Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa pembentukan Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah transformasi fundamental. Melalui Perpres Nomor 139 Tahun 2024, lembaga ini resmi beralih dari yang sebelumnya setingkat Badan menjadi Kementerian dengan kewenangan penuh sebagai regulator sekaligus operator.

“Presiden memberikan mandat jelas kepada kami untuk meningkatkan kualitas pelindungan dari hulu ke hilir—sebelum, selama, hingga setelah bekerja, serta mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang memiliki keterampilan menengah hingga tinggi (medium-high skill),” tegas Mukhtarudin.

Menangkap Peluang di Masa Bonus Demografi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia saat ini berada di puncak bonus demografi (2020-2030). Menindaklanjuti fenomena ini, pemerintah tengah menyiapkan 500.000 tenaga kerja untuk berbagai sektor strategis, mulai dari welder, hospitality, caregiver, hingga tenaga kesehatan (nurse).

Data SIP2MI aktif per 31 Maret 2026 menunjukkan potensi yang sangat besar di mana total peluang Kerja Luar negeri mencapai 322.015 posisi. Jumlah Terserap: 64.357 (19,9%). Sisa Peluang Tersedia: 257.658 (80,1%).

“Masih ada lebih dari 250 ribu peluang kerja yang menunggu untuk diisi oleh talenta dari berbagai wilayah Indonesia. Kami tidak ingin kesempatan ini hilang begitu saja,” tandas Menteri Mukhtarudin.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin memberikan apresiasi tinggi kepada LPK Mediterranean Bali sebagai salah satu kampus pariwisata terbaik di bidang hotel dan kapal pesiar.

Lembaga yang telah diakui kualitas manajemen dan fasilitasnya oleh pemerintah ini dinilai sejalan dengan visi kementerian, yaitu mencetak lulusan yang mampu menempati posisi puncak di dunia hospitality sekaligus memiliki jiwa entrepreneur.

Sebagai wujud dukungan nyata, KP2MI terus mendorong program-program unggulan seperti: Migran Center, Kelas Migran, dan Sekolah Vokasi Migran guna menjamin keberangkatan sesuai prosedur.

Pesan Untuk Generasi Muda

Di hadapan para siswa, Menteri Mukhtarudin mengingatkan peran penting PMI sebagai garda terdepan pembawa budaya Indonesia di mata dunia.

“Kalian adalah duta keterampilan Indonesia. Jangan pernah lelah belajar. Tingkatkan kompetensi hingga pada titik di mana bukan lagi kalian yang mencari pekerjaan, tetapi pekerjaan di luar negerilah yang membutuhkan kalian,” ujarnya.

Menteri juga mengajak para calon pekerja migran untuk menjadi bagian dari solusi dengan menyebarluaskan informasi migrasi aman dan mencegah praktik perdagangan orang.

“KP2MI memastikan kalian tidak berjalan sendirian. Kami menyiapkan jalur resmi, pelatihan, hingga pelindungan demi mewujudkan rakyat sejahtera dan Indonesia maju,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Cetak Entrepreneur Muda

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mediterranean Bali terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu kampus pariwisata terbaik di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Gede Abdiarta, lembaga yang berfokus pada bidang perhotelan dan kapal pesiar ini mulai melakukan transformasi strategis dalam arah pendidikan bagi para lulusannya.

Jika selama ini industri pariwisata identik dengan mencetak tenaga kerja profesional di posisi puncak (top position), Mediterranean Bali kini melangkah lebih jauh.

Gede Abdiarta menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga menjadi seorang entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

“Kami mengarahkan lulusan agar memiliki kemandirian. Selain membekali mereka dengan keahlian teknis untuk menempati posisi strategis di dunia hospitality internasional, kami juga menanamkan jiwa kewirausahaan,” ujar pimpinan LPK Mediterranean Bali tersebut.

Standar Kualitas Nasional dan Internasional

Sebagai lembaga yang telah diakui secara resmi oleh pemerintah, LPK Mediterranean Bali dinilai telah memenuhi standar kualitas tinggi dalam berbagai aspek. Pengakuan ini mencakup manajemen lembaga yang akuntabel, fasilitas praktik yang modern, hingga tenaga pengajar yang terdiri dari para praktisi berpengalaman di bidangnya.

Metode pelatihan yang diterapkan juga terus disesuaikan dengan kebutuhan industri global, baik untuk kebutuhan hotel bintang lima maupun industri kapal pesiar yang sangat kompetitif.

“Kualitas penting, mulai dari fasilitas hingga metode pelatihan, semuanya kami arahkan agar para siswa memiliki kompetensi yang relevan dengan standar global, namun tetap memiliki fleksibilitas untuk berinovasi sebagai pengusaha,” ujar Gede Abdiarta.

Membangun Ekosistem Hospitality

Langkah Mediterranean Bali ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata.

Dengan lahirnya wirausahawan baru dari kalangan lulusan kampus pariwisata, ekosistem ekonomi kreatif di Bali dan Indonesia diprediksi akan semakin kuat dan mandiri.

Hingga saat ini, LPK Mediterranean Bali tetap menjadi pilihan utama bagi generasi muda yang ingin meniti karier cemerlang di laut (kapal pesiar) maupun di darat (perhotelan), dengan bekal mentalitas pemimpin dan pengusaha.