JAKARTA, mukhtarudin.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melepas keberangkatan 243 pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan sekaligus menggelar Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi 314 calon pekerja migran Indonesia melalui skema penempatan government to government (G to G).
Acara pelepasan digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, pada Senin, 5 Januari 2026.
Dari total 243 Pekerja Migran tersebut, terdiri atas 43 orang kategori Re-Entry (pekerja migran yang kembali bekerja ke Korea Selatan), 100 orang di sektor perikanan (fishing), serta 100 orang di sektor manufaktur.
Para peserta berasal dari 13 provinsi di seluruh Indonesia dan telah menjalani proses pembekalan intensif selama lima hari sebagai bagian dari Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP).
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, mengatakan orientasi pra-pemberangkatan merupakan bagian penting dari proses perlindungan pekerja migran Indonesia sebelum bekerja di luar negeri.
Melalui pembekalan ini, para calon pekerja migran dipersiapkan agar mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, dan terlindungi selama masa penempatan.
“Hari ini kita melaksanakan orientasi pra-pemberangkatan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ini merupakan bagian dari proses perlindungan, mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, hingga setelah bekerja,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan yang selama ini menjadi mitra strategis Indonesia, tidak hanya dalam penempatan tenaga kerja, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor strategis lainnya.
Mukhtarudin menyebut Indonesia tidak hanya menmpatkan tenaga kerja berketerampilan rendah dan menengah, tetapi juga mulai masuk ke sektor berkeahlian tinggi. Beberapa waktu lalu, Menteri Mukhtarudin juga telah melepaskan pekerja Indonesia ke industri strategis pertahanan Korea Selatan melalui skema visa E7.
“Kita sudah memulai tahap awal untuk penempatan tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Korea Selatan. Artinya, peluang kerja sama ini terbuka untuk tenaga kerja berkeahlian rendah, menengah, hingga tinggi,” kata Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin juga mengucapkan selamat kepada para pekerja migran Indonesia yang akan berangkat dan menekankan bahwa proses yang mereka lalui tidaklah mudah. Mulai dari pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga lulus ujian bahasa, semuanya merupakan tahapan panjang yang patut diapresiasi.
“Saya ucapkan selamat. Tidak mudah sampai ke tahapan ini. Maka manfaatkan lima hari orientasi pra-pemberangkatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Mukhtarudin berpesan agar para pekerja migran Indonesia menjaga nama baik bangsa selama bekerja di Korea Selatan, mematuhi aturan setempat, serta menghormati budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.
Menteri Mukhtarudin juga mengingatkan agar pekerja migran Indonesia tidak meninggalkan pekerjaan secara sepihak atau kabur dari tempat kerja. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat merusak kepercayaan pemberi kerja terhadap Indonesia.
“Saya minta dari 243 orang ini tidak ada yang kabur dan tidak ada yang pulang di tengah jalan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik bangsa,” katanya.
Ia mengingatkan, apabila pekerja migran Indonesia mengalami permasalahan selama bekerja di luar negeri, agar segera melapor melalui kanal resmi KemenP2MI.
“Jika mengalami masalah, segera laporkan ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui nomor WhatsApp pengaduan 0811-8080-141,” katanya.
Sementara, Direktur Indonesia EPS Center, Choi Ho-Yoeng, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ia mengapresiasi capaian para peserta yang telah melalui serangkaian proses seleksi ketat.
“Melihat Anda banyak yang akan pergi ke Korea, saya mengucapkan selamat dari hati yang paling dalam. Anda semua sudah berhasil melewati ujian bahasa Korea, uji keterampilan, dan penandatanganan kontrak kerja. Ini sangat luar biasa,” ujar Choi.
Namun demikian, Choi mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Menurutnya, bekerja dan tinggal di Korea Selatan membutuhkan kesiapan mental yang kuat.
“Bekerja dan tinggal di Korea akan jauh lebih sulit. Mohon persiapkan diri dan mental dengan kuat,” katanya.
Choi menekankan tiga hal utama yang harus menjadi pegangan pekerja migran Indonesia selama bekerja di Korea Selatan, yakni keselamatan, kesehatan, serta kemampuan berbahasa dan keterampilan kerja.
“Saya selalu menekankan tiga hal, yaitu keselamatan, kesehatan, serta terus belajar bahasa Korea dan meningkatkan keterampilan. Lima tahun lagi, jika Anda pulang ke Indonesia dengan membawa tiga hal ini, berarti Anda sudah sukses,” pungkas Choi Ho-Yoeng.
