Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Mukharudin dan BRIN Latih Warga Kumpai Batu Atas Kalteng Maksimalkan Penggunaan Pupuk Organik

“Saya berharap dengan digelar pelatihan komisi VII DPR dan BRIN ini, Pemda setempat lebih menggiatkan kelompok tani menggunakan pupuk organik dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Mukhtarudin.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah Sabtu 2 September 2023.

JAKARTA– Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi (BRIN) mengadakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah Sabtu 2 September 2023.

Mukhtarudin mendorong agar para petani di Desa Kumpai Batu Atas untuk dapat memanfaatkan pupuk organik yang tentu menjaga ketahanan pangan di tengah tren naiknya harga pupuk kimia.

“Artinya kita manfaatkan pelatihan ini di tengah terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi, serta penggunaan pupuk kimia berlebihan merusak unsur hara tanah,” tandas Mukhtarudin.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik ini dihadiri kurang lebih 200 peserta yang berdomisili di Desa Kumpai Batu Atas Kobar Kalimantan Tengah.

“Kita dorong petani di Desa Kumpai ini agar dapat memanfaatkan pupuk organik, maka Komisi VII DPR bekerja sama BRIN mendukung sarana dan prasarana pendukung pengolahan pupuk organik di Desa tersebut,” imbuh Mukhtarudin.

Mukhtarudin bilang potensi pengembangan pupuk organik di wilayah Kalimantan Tengah memang cukup besar, karena tersedianya bahan baku lokal, yang memiliki potensi besar, dan lokasi yang spesifik.

“Namun belum dikelola dengan baik. Seperti limbah pertanian, berupa hijauan, limbah ternak, dan limbah rumah tangga. Pada limbah industri, melalui limbah minyak atsiri, gula, dan kelapa sawit,” beber Mukhtarudin.

Pupuk organik berasal dari bahan organik yang telah melalui proses rekayasa biologis, dapat berbentuk padat atau cair. Digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Kandungan utamanya yaitu C (sumber makanan mikroba). Kandungan lainnya, yaitu asam organik, enzim, dan vitamin dalam kadar rendah. Kualitas bervariasi tergantung bahan baku dan proses pengomposan.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan pelatihan Pembuatan Pupuk Organik ini selain meningkatkan kapabilitas SDM, juga meningkatkan kualitas hasil panen serta mampu mengembalikan kualitas tanah, mengurangi serangan jenis hama tertentu, mengurangi biaya distribusi.

Mukhtarudin pun berharap kegiatan pelatihan pupuk organik seperti ini akan memberikan output berupa kebijakan sekaligus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.

“Saya berharap dengan digelar pelatihan komisi VII DPR dan BRIN ini, Pemda setempat lebih menggiatkan kelompok tani menggunakan pupuk organik dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Mukhtarudin.