Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Reses, Mukhtarudin Terima Aspirasi Warga Soal Listrik

“Di Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan juga ada 2 desa dan 2 kelurahan yang belum teraliri listrik dari PLN 24 jam,”kata Mukhtarudin, Kamis (4/5). Padahal menurutnya, listrik dibutuhkan oleh rakyat untuk keperluan rumah tangga, usaha dan komunikasi,serta lainnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan ketersediaan dan akses masyarakat pedesaan terhadap jaringan listrik di Provinsi Kalimantan Tengah masih menyisakan persoalan. Hal ini menjadi temuannya ketika dirinya melakukan reses di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Di Kelurahan Kumai Hilir Seberang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat ada 300 Kepala Keluarga yang belum merasakan terangnya listrik dari PLN.

“Di Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan juga ada 2 desa dan 2 kelurahan yang belum teraliri listrik dari PLN 24 jam,”kata Mukhtarudin, Kamis (4/5).

Padahal menurutnya, listrik dibutuhkan oleh rakyat untuk keperluan rumah tangga, usaha dan komunikasi,serta lainnya.

“Nah aspirasi masyarakat terkait listrik ini, langsung saya respon dan saya follow up. Pertama adalah aspirasi masyarakat dari Kelurahan Kumai Hilir, dimana terdapat empat RT yaitu, RT 17 18, 19 dan RT 20 yang belum ada aliran listrik dari PT PLN Persero,”ungkapnya.

Mendengar keluhan masyarakat itu, Politisi Golkar dapil Kalimantan Tengah itu pun langsung gerak cepat berkoordinasi dengan pihak PT PLN Persero. Baik dilakukan secara lisan maupun tertulis kepada Direktur Distribusi PLN Pusat, kemudian dengan unit wilayah PLN unit Kalimantan Selatan dan Tengah, terutama PLN Pangkalan Bun.

“Dari hasil koordinasi dengan pihak PT PLN, pihak PLN bilang akan segera tindak lanjuti tuntutan masyarakat masalah listrik tersebut melalui program listrik desa tahun 2023,”katanya.

Tak hanya di Kelurahan Kumai Hilir Seberang, kurangnya pasokan listrik ini terjadi di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Di Katingan Kuala, masyarakat melaporkan bahwa listrik di wilayah tersebut belum dinikmati warga 24 jam dan masih menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel,” ujar Mukhtarudin.

Hasil koordinasi dengan PT PLN Persero terkait kelistrikan di Kecamatan Katingan Kuala ini untuk jangka pendek, pada bulan Juli tahun 2023 listrik di Katingan Kuala diusahakan bisa menyala 24 Jam.

“Untuk sistem kelistrikan jangka panjang dalam tahun 2024 -2025 direncanakan pembangunan sutet dari Hantipan menuju Mendawai. Kemudian dari Mendawai menuju Katingan Kuala. Atas respon cepat PT PLN Persero ini saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT PLN Persero. Semoga semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan,” tandas Mukhtarudin.