Banggar DPR RI Optimis Menko Airlangga yang Bidik Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen pada 2022

Oleh kawalmukhtarudin

Tim @mukhtarudin.center yang secara resmi mengelola media sosial Drs. Mukhtarudin.

JAKARTA– Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin optimis ekonomi Indonesia di tahun 2022 diprediksi tumbuh di atas 5 persen.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar BNI Market Outlook 2022, Sabtu, (11/12/2021).

Optimisme Mukhtarudin itu juga tak terlepas dari agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia akan menimbulkan efek berganda bagi perekonomian Indonesia.

“Saya kira dampak positif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini diharapkan dapat sejalan dengan tema G20 yang diusung yaitu, Recover Together, Recover Stronger,” tutur Mukhtarudin, Minggu, (12/12/2021).

Presidensi Indonesia di kegiatan G20 diprediksi membantu penciptaan sekitar 33 ribu lapangan kerja, meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp7,4 triliun, dengan manfaat total 1,5 sampai dua kali lebih besar dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank tahun 2018 di Bali.

Untuk itu, Mukhtarudin berharap berbagai proyeksi-proyeksi tersebut tentunya harus direalisasikan dalam semangat kemitraan dan kerja sama dari semua pihak.

“Pentingnya inklusifitas, kerja sama, dan kolaborasi itu sangat utama ya, dalam rangka mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi kita ke depannya,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar BNI Market Outlook 2022 menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan dapat tumbuh di atas lima persen.

Airlangga mengatakan momentum Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022 juga harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi.

“Tahun 2022 merupakan momentum Presidensi G20 yang membanggakan bagi Indonesia untuk memimpin kelompok negara berpendapatan terbesar dunia, serta mengatasi pemulihan ekonomi yang tidak merata,” tandas Airlangga Hartarto.

(dis/beritasampit.co.id)

Share on: