Cegah Pemalsuan Sertifikat Vaksinasi, Mukhtarudin Ajak Masyarakat Manfaatkan Aplikasi PeduliLindungi

Oleh kawalmukhtarudin

Tim @mukhtarudin.center yang secara resmi mengelola media sosial Drs. Mukhtarudin.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi guna membantu upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Partisipasi masyarakat melalui aplikasi PeduliLindungi, menurut Mukhtarudin akan sangat membantu proses pelacakan digital sebagai salah satu upaya utama menangani pandemi.

“Pemerintah sekarang akan optimalkan aplikasi PeduliLindungi, sehingga semua terkoneksi dengan baik,” tutur Mukhtarudin, Senin, (30/8/2021).

Bagi Anda yang ingin masuk ke mal sekarang wajib scan QR Code sertifikat vaksin Covid-19. Segera login aplikasi PeduliLindungi atau pedulilindungi.id

Pengunjung yang hendak masuk ke pusat perbelanjaan atau mal wajib melakukan check in dengan scan barcode atau QR Code untuk memastikan status vaksinasi Covid-19.

Dalam ketentuan terbaru, salah satu syarat untuk bisa masuk dan berkunjung ke mal adalah sudah harus melakukan vaksinasi dan bisa menunjukan bukti vaksinasi dari PeduliLindungi.id. Pengecekan akan dilakukan secara digital melalui QR Code yang ada pada akun PeduliLindungi.

“Dengan demikian sulit bagi masyarakat untuk memalsukan sertifikat vaksin. barcode kita akan masuk di aplikasi itu. Jika barcode gak ada, maka akan ditolak,” imbuh Mukhtarudin.

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan Pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), dan operator telekomunikasi. Aplikasi ini membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan digital untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah itu mengatakan bahwa sertifikat vaksin tidak bisa dipalsukan oleh siapa pun, karena selain memiliki barcode. Sertifikat vaksin juga memiliki sistem keamanan yang terdapat di aplikasi PeduliLindungi.

“Jadi, dengan adanya PeduliLindungi, maka sertifikat vaksin Covid-19 akan sulit dipalsukan,” pungkas Mukhtarudin.

(dis/beritasampit.co.id)

Share on: