Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Waka Fraksi Golkar Bidang Inbang DPR Dorong Digitalisasi Buat Pelaku IKM dan UMKM Perluas Pasar

“Harapannya agar pelaku IKM dan UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran lebih luas baik di dalam maupun luar negeri"

JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) DPR RI Mukhtarudin mendorong peningkatan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tanah air.

“Harapannya agar pelaku IKM dan UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran lebih luas baik di dalam maupun luar negeri,” tandas Mukhtarudin, Sabtu 22 Juni 2024.

Untuk itu, politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pendampingan terhadap IKM/UMKM serta pelaku ekonomi kreatif untuk bisa masuk ke ekosistem digital.

Pasalnya, menurut Mukhtarudin di era digital yang berkembang sangat pesat, para pengusaha dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan memanfaatkan digitalisasi usaha.

Anggota Komisi VII DPR RI ini bilang kemajuan teknologi melalui jaringan internet dapat membuka akses para pengusaha dan UMKM untuk memasuki pasar nasional dan internasional dengan biaya terjangkau.

“Semoga digitalisasi usaha ini juga dapat memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi digital yang terjadi selama beberapa tahun terakhir diharapkan dapat membantu Indonesia untuk mencapai visi sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045.

Apalagi, lanjut Agus, Indonesia tercatat memiliki jumlah pengguna internet sebesar 212,9 juta orang dan 167 juta orang merupakan pengguna media sosial, dengan rata-rata penggunaan internet selama 7 jam dan 42 menit setiap harinya menurut laporan We are Social Digital Indonesia pada Februari 2023.

Sementara data Bank Indonesia tahun 2022 menunjukkan nilai transaksi e-commerce pada tahun 2022 mencapai Rp476,3 triliun.

“Angka-angka tersebut menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi melalui ekonomi digital yang mau tidak mau harus kita manfaatkan,” ungkapnya.

Menperin mengakui, dalam upaya pengembangan ekonomi digital di Indonesia banyak tantangan terkait kesiapan para pelaku ekonomi digital untuk masuk ke ekosistem ini.

“Saya percaya, kita dapat melakukannya karena digitalisasi IKM/UMKM memungkinkan pelaku usaha memiliki jangkauan pemasaran lebih luas baik ke dalam maupun ke luar negeri dan membantu pemerintah dalam optimalisasi pembelian produk dalam negeri,” tutur Menperin. (tim)