Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Pendidikan Vokasi Industri Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia yang Mumpuni

"Dukungan dunia usaha dan dunia industri di Indonesia untuk pendidikan vokasi dinilai semakin positif”

JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan DPR RI Mukhtarudin mendorong agar pemerintah fokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) generasi muda melalui pendidikan vokasi industri di tanah Air.

Mengingat, kata Mukhtarudin, upaya ini penting untuk menopang implementasi industri 4.0 sebagai langkah strategis yang dapat memacu produktivitas dan inovasi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Apalagi, dukungan dunia usaha dan dunia industri di Indonesia untuk pendidikan vokasi dinilai semakin positif” tandas Mukhtarudin, Selasa 18 Juni 2024.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini pun berharap kepercayaan industri berinvestasi dengan mendukung penyelarasan pendidikan vokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekosistem kemitraan yang akan berkontribusi sebagai penggerak ekonomi nasional.

Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan sering menyinggung tentang pentingnya sekolah vokasi bagi Indonesia, di mana sekolah vokasi sama pentingnya dengan infrastruktur.

Artinya, menurut Mukhtarudin, dunia berubah seiring perkembangan zaman. Kalau kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak dipersiapkan dengan baik, maka Indonesia akan tertinggal dalam perubahan dunia tersebut.

Untuk diketahui, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sesuai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035, industri perkapalan, elektronika, kimia industri, persepatuan serta tekstil dan produk tekstil merupakan sektor prioritas dalam pembangunan industri nasional.

Menurut Agus, lima sektor tersebut menjadi sektor dengan kontribusi yang besar dalam menggerakan roda ekonomi Indonesia.

Untuk mewujudkan RIPIN, Kemenperin telah menyusun langkah strategis. Lima sektor itu memiliki peran yang signifikan dalam upaya penyerapan tenaga kerja cukup banyak.

Agus mengatakan guna meningkatkan kinerja yang produktif dan berdaya saing pada sektor tersebut, Kemenperin proaktif menjalankan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan dunia industri.

“Upaya ini melalui kolaborasi dengan asosiasi dan mitra industri serta pemerintah daerah di berbagai wilayah,” pungkas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (tim)