Drs. Mukhtarudin

Search
Close this search box.

Legislator Golkar Kalteng: Semoga Jemaah Haji Indonesia Siap Fisik Jelang Puncak Haji 2024

“Tentu juga kita berharap optimalkan pelayanan hingga skrining kesehatan kepada jamaah khususnya jamaah yang masuk kelompok risiko tinggi (risti) dan jamaah lansia"

JAKARTA– Jemaah haji sebentar lagi akan memasuki tahapan Armuzna (Arafah, Muzdhalifah, dan Mina), yang merupakan puncak ibadah haji 2024 dan dinilai menjadi periode kritis pelaksanaan haji.

Anggota DPR RI Mukhtarudin mendorong pemerintah melalui Kementerian Agama untuk mengingatkan agar panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dan petugas kesehatan haji untuk memberikan perhatian khusus pada prosesi ibadah jamaah di Armuzna tersebut.

Sebelum keberangkatan menuju puncak ibadah haji 2024 tersebut, politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengimbau jemaah untuk menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

“Tentu juga kita berharap optimalkan pelayanan hingga skrining kesehatan kepada jamaah khususnya jamaah yang masuk kelompok risiko tinggi (risti) dan jamaah lansia,” tandas Mukhtarudin, Jumat 14 Juni 2024.

Mengingat, Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan ini bilang prosesi ibadah itu sangat krusial, sehingga petugas kesehatan haji diharapkan lebih berkonsentrasi mengingat pada fase tersebut banyak jamaah haji meninggal akibat kelelahan.

“Karena aktivitas berlebih dan suhu udara tinggi dengan kelembapan yang rendah,” imbuh Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukhtarudin meminta PPIH melalui tim promosi kesehatan (promkes) untuk terus memberikan pesan-pesan kesehatan kepala para jemaah.

“Semoga jamaah haji Indonesia selalu tetap menjaga kondisi tubuh tetap fit, baik saat prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina hingga kepulangan ke tanah air nanti,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi mengimbau seluruh jemaah untuk membawa obat, vitamin, alat pelindung diri seperti payung, masker, dan alat semprot air. Hindari membawa bantal atau selimut, kecuali bantal leher.

“Di Arafah, jemaah haji Indonesia akan ditempatkan di 1.169 tenda yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Setiap tenda telah diberi label stiker asal jemaah dengan warna dan identitas yang mudah dikenali. Tenda-tenda ini dilengkapi dengan AC, kasur, dan selimut, “kata Widi, Jumat 14 Juni 2024.